Kamis, 12 Januari 2012

UAS 2011/2012

7 komentar:

  1. 1.Apa yang dapat anda jelaskan sehungan dengan a function group. Lalu beri penjelasan berkaitan dengan situasi grup anda dalam menyelesaikan tugas observasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. A fuctional group adalah dimana individu-individu yang bergabung bersama dengan adanya tujuan yang ingin dicapai bersama, berinteraksi dan berkomunikasi secara intensif satu sama lain pada waktu berkumpul, saling ketergantungan dalam proses bekerja sama, dan mendapat kepuasan pribadi dari interaksi psikologis dengan seluruh anggota yang tergabung dalam satuan tersebut. Interaksi antar anggota harus bermakna, semakin tinggi interaksi pribadi-pribadi yang terjadi maka semakin besar pula kebersamaan dalam kelompok.
      Berdasarkan tugas observasi yang kelompok kami lakukan dilapangan, kami sudah seperti a functional group karena kami memiliki tujuan yang sama yaitu menyelesaikan tugas observasi yang memang tanggung jawab kelompok, dalam mengerjakan tugas observasi kami juga saling berinteraksi dan berkomunikasi secara intensif agar semua anggota mengetahui apa saja tugasnya ketika proses observasi berlangsung. Selain itu kami juga saling ketergantungan ketika salah satu anggota tidak mengerti atau butuh bantuan dalam mengerjakan tugas observasi misal dalam hal wawancara dengan konselor sekolah dan salah satu anggota yang bertugas untuk mewawancara lupa tentang apa yang ingin di tanya maka yang lain akan membantu mengingatkan dengan cara ikut mewawancarai si konselor. Setelah selesai melakukan observasi kelompok kami kemudian membicarakan kembali apa saja yang telah di dapat. Dalam pengerjaan juga saling ada komunikasi agar semua mengerti.

      Hapus
  2. 2. Lalu sekarang uraikan dengan detail ; saat diskusi dosen dengan kelompok anda, teori konseling manakah yang dapat digunakan untuk menjelaskan prosesnya? Berikan alasannya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya saat diskusi kelompok dengan dosen, teori konseling yang di pakai adalah client centered counseling. Client centered counseling adalah konseling yang menekankan peran konseli dalam proses konseling. Jadi ketika berdiskusi dosen bertanya-tanya pada kelompok mengenai tugas observasi yang telah kelompok kerjakan. Bagaimana kelompok membagi cara kerja dilapangan dsb. Pertanyaan yang di ajukan oleh dosen mencoba untuk mengarahkan kami pada pengerjaan tugas yang lebih baik, membuka cara berfikir kami mengenai tugas yang lebih baik. Kami di tuntut untuk memikirkan seperti apa sebenarnya yang lebih baik dalam pengerjaan tugas, apa saja yang kurang dari tugas yang telah kami kerjakan.
      Alasan memilih Client centered counseling karena dosen (konselor) mencoba mengarahkan kami (konseli) ke arah yang lebih baik dan lebih menekankan kepada kami (konseli) untuk memikirkan perubahan yang lebih baik kedepannya.

      Hapus
    2. 3. Sekarang, anggaplah diri anda seorang konselor pendidikan tinggi. Lepaskan atribut anda sebagai anggota kelompok. Apakah yang anda lakukan pada kelompok anda? (gunakan minimal 2 pembahasan teori).

      Hapus
    3. Kalau saya adalah seorang konselor pendidikan tinggi yang pertama saya lakukan adalah memberikan;
      1. Client center counseling
      Sebagai seorang konselor saya mencoba menggunakan Client center counseling dimana fokus pada konseli yaitu anggota kelompok. Saya akan mengarahkan kelompok untuk mengerjakan semua tugas mata kuliah dengan baik dan akan mencoba memotivasi kelompok agar menyukai pelajaran bimbingan konseling sebagai mata kuliah yang menarik bukan sebagai mata kuliah pelengkap sisa sks. Saya akan mencoba membuka wawasan mahasiswa yang mengambil mata kuliah bimbingan konseling dengan cara membuka pemikiran mereka tentang luasnya ilmu dan pengalaman yang bisa di dapat setelah lulus dari mata kuliah ini dan tentunya itu mempunyai manfaat. Ketika kelompok dihadapkan pada tugas lapangan itu bukan hanya sekedar tugas untuk mendapatkan nilai semata. Tapi sebagai wadah untuk kelompok mempraktekkan apa-apa saja yang telah kelompok pelajari selama perkuliahan berlangsung dan tentunya tugas itu membuat kelompok merasa punya pengalaman yang luar biasa karena bisa terjun langsung ke lapangan.
      2. Pendekatan kognitif (analisis transaksional)
      Corak konseling pendekatan kognitif (khususnya analisis transaksional) menekankan pada pola interaksi antara orang-orang baik verbal maupun nonverbal. corak konseling diterapkan dalam konseling individu tapi lebih bermanfaat kalau di terapkan dalam konseling kelompok, karena konselor menjadi punya kesempatan untuk memperhatikan pola interaksi antara seluruh anggota kelompok.
      Jadi konselor mencoba membuat kelompok bisa saling mengkomunikasikan semua hal tidak hanya yang berkaitan dengan tugas kelompok maupun di luar tugas yang berkaitan dengan tanggung jawab kelompok. Membuat kelompok merasa punya tanggung jawab terhadap mata kuliah bmbingan konseling. Begitu juga dengan tugas lapangan dan tugas-tugas lain kelompok harus bisa mengkomunikasikan semua itu agar semua anggota kelompok bisa mengerti semua tugas yang telah di beri. Kalau tidak ada yang di mengerti bisa di komunikasikan antar sesama anggota kelompok.
      Tujuan konselor untuk menggunakan pendekatan ini agar konseli menjadi sadar apa-apa saja hambatan berkomunikasi dalam kelompok agar bisa di pecahkan bukan hanya di pendam, namun untuk mengembangkan pola interaksi yang sesuai dengan kondisi dengan masing-masing anggota kelompok bisa menempatkan diri dalam keadaan diri yang memungkinkan proses komunikasi yang sehat.

      Hapus