Selasa, 15 November 2011

resume Bab III


PROGRAM BIMBINGAN DI SEKOLAH
A.   Model Model Bimbingan dan Pola-Pola Dasar Pelaksaan Bimbingan
Program bimbingan yaitu suatu rangkaian kegiatan bimbingan yang terencana, terorganisasi, dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu, misalnya satu tahun ajaran. Program bimbingan disusun berdasarkan kerangka berfikir tertentu, pola dasar pelaksaan tertentu. Kegiatan bimbingan mencakup tiga jenis bimbingan; 1) bentuk bimbingan, 2) sifat bimbingan , 3) ragam bimbingan. Dalam program bimbingan juga terdapat beberapa komponen yaitu; susunan saluran formal untuk melayani siswa, tenaga-tenaga pendidik, serta orangtua siswa.
1.     Model Model Bimbingan
Model itu suatu konseptualisasi yang luas dan bersifat teoritis, namun belum memenuhi semua persyaratan bagi suatu teori ilmiah..
2.    Pola-Pola Dasar Pelaksaan Bimbingan
Pola-pola dasar pelaksaan bimbingan merupakan suatu asa pokok untuk mengatur penyebaran layanan bimbingan di sekolah, dengan mempertimbangkan apa yang akan dilakukan dan rangkaian kegiatan itu dilakasanakan oleh siapa serta diberikan pada siapa.
a.    Pola generalis berasaskan keyakinan bahwa corak pendidikan dalam suatu institusi berpengaruh terhadap kualitas serta kuantitas usaha belajar siswa dan seluruh staf pendidik dapat menyumbang pada perkembangan kepribadian siswa.
b.    Pola spesialis berasaskan keyakinan bahwa pelayanan bimbingan di institusi pendidikan harus di tangani para ahli bimbingan yang masing-masing berkemampuan khusus dalam cara pelayanan bimbingan tertentu, seperti tes psikologis, bimbingan karier dll.
c.    Pola kurikuler berasaskan keyakinan bahwa kegiatan bimbingan di institusi pendidikan sebaiknya dimasukkan dalam kurikulum pengajaran dalam bentuk pelajaran khusus, dalam rangka suatu kursus bimbingan.
d.    Pola relasi-manusia dan kesehatan mental berasaskan keyakinan bahwa orang akan hidup lebih bahagia bila dapat menjaga kesehatan mentalnya dan membina hubungan yang baik dengan orang lain.

B.    Jenis –jenis bimbingan
Bimbingan dapat dibagi berdasarakan atas beberapa jenis bimbingan atau macam bimbingan yaitu beberapa golongan berdasarkan sudut pandangan tertentu.
1.     Bentuk-bentuk bimbingan
a.    Individual
b.    Kelompok
2.    Sifat-sifat bimbingan
a.    Bimbingan perseveratif
b.    Bimbingan preventif
c.    Bimbingan korektif
3.    Ragam-Ragam Bimbingan
a.    Bimbingan karier
b.    Bimbingan akademik
c.    Bimbingan pribadi social
C.    Perencanaan Program Bimbingan
1.     Perencanaa komponen dalam program bimbingan
a.    Pengumpulan data
b.    Pemberian informasi
c.    Penempatan
d.    Konseling
e.    Konsultasi
f.    Evaluasi program
2.    Perencanaan kegiatan-kegiatan bimbingan

D.   Program Bimbingan di Berbagai Tahap Pendidikan Sekolah
Ada enam aspek yang berkaitan dengan suatu program bimbingan, yaitu:
1.     Tujuan jenjang pendidikan tertentu sejauh terumuskan didalam terbitan sumber resmi bagi jenjang pendidikan itu
2.    Kebutuhan-kebutuhan para peserta didik pada tahap perkembangan tertentu dan semua tugas perkembangan tertentu dan semua tugas yang dihadapi oleh orang muda
3.    Pola dasar yang sebaiknya di pegang yaitu pada pola spesialis, pola generalis, atau pola kurikuler.
4.    Komponen bimbingan yang sebaiknya diprioritaskan adalah Pengumpulan data, Pemberian Informasi, Penempatan, Konseling atau Konultasi.
5.    Bentuk bimbingan yang sebaiknya di utamakan, , sifat bimbingan yang harus di utamakan, ragam bimbingan yang harus ditekankan
6.    Unsur personil bimbingan yang akan dikerahkan


Tk
Sd
Smp
Sma
Perguruan Tinggi
Tujuan
Sesuai kurikulum TK tahun 1976 & 1986
Kurikulum pendidikan dasar tahun 1994/1995
Kurikulum pendidikan dasar tahun 1994/1995
Sesuai UUSPN no.2 tahun 1989, dalam PP no.29 tahun 1990
Sesuai UUSPN pasal 16
Kebutuhan
Jasmani & primer
Mendapat kasih sayang,perhatian, pengakuan.
Bersifat psikologis, Mendapat kasih sayang,perhatian, pengakuan mandiri
Bersifat psikologis, Mendapat kasih sayang,perhatian, pengakuan keunikan
Bersifat psikologis, mendapat penghargaan,
Pola dasar bimbingan
Generalis
Generalis
Tergantung lokasi sekolah, bisa generalis atau spesialis
Tergantung lokasi sekolah, bisa generalis atau spesialis
Pola generalis, spesialis, relasi-manusia
Komponen bimbingan
Konsultasi, konseling (kasus tertentu)
Pengumpulan data, pemberian Informasi & Konsultasi.
Pengumpulan data, pemberian Informasi, penempatan  Konseling
Pengumpulan data, pemberian Informasi, penempatan  Konseling
Konseling, Pengumpulan data, Penempatan, Pemberian informasi.
Bentuk bimbingan
Bimbingan kelompok
Sifat perseverati, preventif, korektif
Ragam pribadi-sosial
Bimbingan kelompok
Sifat perseveratif, preventif, korektif
Ragam pribadi-sosial, akademik, jabatan
Bimbingan kelompok
Sifat perseveratif, preventif, korektif
Ragam akademis, pribadi-sosial, bimbingan karier
Bimbingan kelompok & bimbingan individual
Sifat perseveratif, preventif, korektif
Ragam akademis, pribadi-sosial, bimbingan karier
Tergantung layanan bimbingan yang diberikan, Sifat perseveratif, preventif, korektif, remedial,
Ragam bimbingan pribadi-sosial
Tenaga personil bimbingan
Guru kelas
Guru kelas
Tergantung pola dasar yang di pegang
Tergantung pola dasar yang di pegang
Berasal dari biro bimbingan  dan konseling

Resume Bab II


RUANG LINGKUP BIMBINGAN
A.   Bimbingan Sebagai Bantuan
Bimbingan (guidance) dalam bahsa inggris berarti menunjukkan jalan (showing the show), memimpin (leading), menuntun (conducing), memberi petunjuk (giving instruction), mengatur (regulating), mengarahkan (governing), memberikan nasehat ( giving advice).
Bimbingan dalam bahasa Indonesia berarti;
1.     Memberikan informasi, yaitu menyajikan pengetahuan yang dapat di gunakan untuk mengambil suatu keputusan atau memberitahukan sesuatu sambil memberikan nasehat.
2.    Mengarahkan , menuntun ke suatu tujuan. Tujuan itu mungkin hanya diketahui oleh pihak yang mengarahkan, mungkin perlu diketahui oleh kedua belah pihak.
Tujuan pelayanan bimbingan sebagai ‘Bantuan ‘: supaya sesama manusia mengatur kehidupan sendiri, menjamin perkembangan dirinya sendiri seoptimal mungkin, memikul tanggung jawab sepenuhnya atas arah hidupnya sendiri, menggunakan kebebasan sebagai manusia dewasa dengan berpedoman pada cita-cita yang mewujudkan semua potensi yang baik padanya, dan menyelesaikan semua tugas yang di hadapi dalam kehidupan secara memuaskan. Pelayanan bimbingan juga bertujuan mengembangkan kepribadian secara optimal
          Counseling dikaitkan dengan kata counsel  yang diartikan sebagai nasehat (to obtain counsel), anjuran (to give counsel), pembicaraan  (to take counsil). Counseling merupakan pemberian nasehat, pemberian anjuran dan pembicaraan dengan bertukar pikiran. Orang yang memberikan nasehat dan informasi yang relevan di berbagai bidang kehidupan disebut counselor. Konseling selalu menyangkut suatu pertemuan tatap muka yang bersifat rahasia, membicarakan suatu masalah yang actual yang sedang dihadapi oleh konseli atau klien. Pemecahan masalah dicari bersama-sama dan berupa pilihan antara beberapa alternative atau suatu tindakan penyesuaian diri, pilihan dan tindakan yang akan di ambil merupakan hak dan kewajiban konseli.
Aspek-aspek dalam konseling
v  Aspek proses
v  Aspek pertemuan tatap muka
v  Aspek komunikasi antarpribadi

B.    Bimbingan di Sekolah
Bimbingan yang beroperasi di lingkungan pendidikan sekolah  memusatkan pelayanannya pada para peserta didik sebagai individu yang harus mengembangkan kepribadiannya masing-masing dan memanfaatkan pendidikan sekolah yang mereka terima untuk perkembangan dirinya. Tenaga bimbingan professional di berbagai lembaga pendidikan melibatk diri dalam segala usaha membantu siswa dan mahasiswa untuk memahami dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya.
Fungsi pelayanan bimbingan di sekolah;
1.     Fungsi penyaluran : membantu siswa mendapatkan program studi yang sesuai untuknya dalam rangka kurikulum pengajaran yang disediakan (membantu siswa memilih alternative yang tersedia).
2.    Fungsi penyesuaian : memnabtu siswa menempakan diri secara tepat dalam berbagai keadaan dan situasi yang di hadapi
3.    Fungsi pengadaptasian : pelayanan tidak diberikan langsung kepada siswa tetapi tenaga pendidik memberikan informasi dan usulan kepada sesama tenaga pendidik untuk keberhasilan  program pendidikan sekolah.
Tujuan pelayanan bimbingan di sekolah supaya siswa dan mahasiswa berkembang seoptimal mungkin dan mengambil manfaat sebanyak mungkin dari pengalamannya selama bersekolah, dengan mengindahkan cirri-ciri kepribadian dan tuntutan kehidupan masyarakat di masa sekarang dan dimasa yang akan datang .
Asas-asas pelayanan dalam bimbingan di sekolah, yaitu:
1.     Bimbingan pertama dan utama menaruh perhatian pada keseluruhan perkembangan siswa dan mahasiswa sebagai individu yang mandiri dan mempunyai potensi untuk berkembang dalam semua aspek kepribadiannya.
2.    Bimbingan berkisar pada dunia subjektif masing-masing siswa dan mahasiswa.
3.    Bimbingan mengarah pada suasana dan situasi bekerja sama antara tenaga pendidik yang membimbing dan siswa serta mahasiswa yang di bimbing.
4.    Bimbingan berdasarkan pengakuan akan martabat dan keseluruhan individu yang di bimbing  sebagai manusia yang berdaulat dan berkehendak bebas.
5.    Bimbingan bercorak ilmiah dan merupakan ilmu terapan yang mengintegrasikan semua pengetahuan yang telah di peroleh di banyak bidang ilmu.
6.    Bimbingan dapat dimanfaatkan oleh siswa dan mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta didik dalam lembaga pendidikan tertentu.
7.    Bimbingan mencirikan suatu proses