vDalam kurikulum SD Tahun 1975, Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan, buku III ; kepala sekolah, guru kelas, penyuluh pendidikan
vDalam kurikulum SMP &SMA 1976, Pedoman Bimbingan Dan Penyuluhan, buku III C ; kepala sekolah, penuluh pendidikan, guru-penyuluh/ wali kelas, & petugas administrasi
vDalam buku Pengantar KurikulumSMA 1984 ; kepala sekolah, coordinator bimbingan dan penyuluhan atau konselor, guru bimbingan dan penyuluhan,wali kelas, guru mata pelajaran, orangtua siswa, pejabat, tokoh masyarakat.
vDalam kurikulum sekolah pendidikan Guru 1976 Pedoman Bimbingan Dan Penyuluhan, buku III D : kepala sekolah, penuluh pendidikan, guru penyuluh, wali kelas dan guru bidang pengajaran.
vDll
Klasifikasi Personil Bimbingan
a.Konselor sekolah yaitu tenaga professional yang mencurahkan waktunya untuk pelayanan bimbingan.
b.Guru pembimbing yaitu seorang guru yang di samping mengajar di salah satu bidang studi, terlibat juga dalam rangkaian pelayanan bimbingan termasuk layanan konseling.
c.Guru, yaitu tenaga pengajar yang melibatkan diri dalam pelayanan bimbingan.
d.Sumber tenaga penunjang yaitu tenaga spesialis seperti psikolog klinis, psikister, ahli psikometrik, dan dokter, tenaga administrasi dll.
Tantangan yang di hadapi Konselor Sekolah
1.Masalah peran
2.Tugas
3.Diri konselor sendiri
4.Pimpinan sekolah
5.Staf Guru
6.Para siswa
7.Orangtua
8.Suasana sekolah dan keadaan dunia pendidikan
9.Berwawasan luas, berfikir kreatif, dan bertindak cepat.
A.Model Model Bimbingan dan Pola-Pola Dasar Pelaksaan Bimbingan
Program bimbingan yaitu suatu rangkaian kegiatan bimbingan yang terencana, terorganisasi, dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu, misalnya satu tahun ajaran. Program bimbingan disusun berdasarkan kerangka berfikir tertentu, pola dasar pelaksaan tertentu. Kegiatan bimbingan mencakup tiga jenis bimbingan; 1) bentuk bimbingan, 2) sifat bimbingan , 3) ragam bimbingan. Dalam program bimbingan juga terdapat beberapa komponen yaitu; susunan saluran formal untuk melayani siswa, tenaga-tenaga pendidik, serta orangtua siswa.
1.Model Model Bimbingan
Model itu suatu konseptualisasi yang luas dan bersifat teoritis, namun belum memenuhi semua persyaratan bagi suatu teori ilmiah..
2.Pola-Pola Dasar Pelaksaan Bimbingan
Pola-pola dasar pelaksaan bimbingan merupakan suatu asa pokok untuk mengatur penyebaran layanan bimbingan di sekolah, dengan mempertimbangkan apa yang akan dilakukan dan rangkaian kegiatan itu dilakasanakan oleh siapa serta diberikan pada siapa.
a.Pola generalis berasaskan keyakinan bahwa corak pendidikan dalam suatu institusi berpengaruh terhadap kualitas serta kuantitas usaha belajar siswa dan seluruh staf pendidik dapat menyumbang pada perkembangan kepribadian siswa.
b.Pola spesialis berasaskan keyakinan bahwa pelayanan bimbingan di institusi pendidikan harus di tangani para ahli bimbingan yang masing-masing berkemampuan khusus dalam cara pelayanan bimbingan tertentu, seperti tes psikologis, bimbingan karier dll.
c.Pola kurikuler berasaskan keyakinan bahwa kegiatan bimbingan di institusi pendidikan sebaiknya dimasukkan dalam kurikulum pengajaran dalam bentuk pelajaran khusus, dalam rangka suatu kursus bimbingan.
d.Pola relasi-manusia dan kesehatan mental berasaskan keyakinan bahwa orang akan hidup lebih bahagia bila dapat menjaga kesehatan mentalnya dan membina hubungan yang baik dengan orang lain.
B.Jenis –jenis bimbingan
Bimbingan dapat dibagi berdasarakan atas beberapa jenis bimbingan atau macam bimbingan yaitu beberapa golongan berdasarkan sudut pandangan tertentu.
1.Bentuk-bentuk bimbingan
a.Individual
b.Kelompok
2.Sifat-sifat bimbingan
a.Bimbingan perseveratif
b.Bimbingan preventif
c.Bimbingan korektif
3.Ragam-Ragam Bimbingan
a.Bimbingan karier
b.Bimbingan akademik
c.Bimbingan pribadi social
C.Perencanaan Program Bimbingan
1.Perencanaa komponen dalam program bimbingan
a.Pengumpulan data
b.Pemberian informasi
c.Penempatan
d.Konseling
e.Konsultasi
f.Evaluasi program
2.Perencanaan kegiatan-kegiatan bimbingan
D.Program Bimbingan di Berbagai Tahap Pendidikan Sekolah
Ada enam aspek yang berkaitan dengan suatu program bimbingan, yaitu:
1.Tujuan jenjang pendidikan tertentu sejauh terumuskan didalam terbitan sumber resmi bagi jenjang pendidikan itu
2.Kebutuhan-kebutuhan para peserta didik pada tahap perkembangan tertentu dan semua tugas perkembangan tertentu dan semua tugas yang dihadapi oleh orang muda
3.Pola dasar yang sebaiknya di pegang yaitu pada pola spesialis, pola generalis, atau pola kurikuler.
4.Komponen bimbingan yang sebaiknya diprioritaskan adalah Pengumpulan data, Pemberian Informasi, Penempatan, Konseling atau Konultasi.
5.Bentuk bimbingan yang sebaiknya di utamakan, , sifat bimbingan yang harus di utamakan, ragam bimbingan yang harus ditekankan
6.Unsur personil bimbingan yang akan dikerahkan
Tk
Sd
Smp
Sma
Perguruan Tinggi
Tujuan
Sesuai kurikulum TK tahun 1976 & 1986
Kurikulum pendidikan dasar tahun 1994/1995
Kurikulum pendidikan dasar tahun 1994/1995
Sesuai UUSPN no.2 tahun 1989, dalam PP no.29 tahun 1990
Sesuai UUSPN pasal 16
Kebutuhan
Jasmani & primer
Mendapat kasih sayang,perhatian, pengakuan.
Bersifat psikologis, Mendapat kasih sayang,perhatian, pengakuan mandiri
Bersifat psikologis, Mendapat kasih sayang,perhatian, pengakuan keunikan
Bersifat psikologis, mendapat penghargaan,
Pola dasar bimbingan
Generalis
Generalis
Tergantung lokasi sekolah, bisa generalis atau spesialis
Tergantung lokasi sekolah, bisa generalis atau spesialis
Pola generalis, spesialis, relasi-manusia
Komponen bimbingan
Konsultasi, konseling (kasus tertentu)
Pengumpulan data, pemberian Informasi & Konsultasi.